Peran Media Sosial Instagram dalam Mendorong Partisipasi & Literasi Politik Gen-Z di Kota Lhokseumawe
DOI:
https://doi.org/10.55108/pgrbpb27Keywords:
InstagramGenerasi Z, Teori Kultivasi, Komunikasi Digital, Literasi PolitikAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial Instagram dalam mendorong partisipasi dan literasi politik Generasi Z (Gen-Z) di Kota Lhokseumawe dengan menggunakan Teori Kultivasi (Cultivation Theory) sebagai landasan teoretis. Teori ini menjelaskan bahwa paparan media secara berulang dan berkelanjutan dapat membentuk persepsi dan sikap individu terhadap realitas sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IAIN Lhokseumawe yang aktif menggunakan Instagram dan memiliki kesadaran politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram menjadi ruang digital penting bagi Gen-Z dalam mengekspresikan pandangan politik melalui fitur follow, like, comment, share, dan mention yang mendorong keterlibatan politik tidak langsung namun berkelanjutan. Meskipun demikian, terdapat kesenjangan literasi politik digital, khususnya dalam membedakan informasi faktual dan konten kampanye yang bias. Temuan ini menegaskan relevansi Teori Kultivasi dalam menjelaskan bagaimana paparan konten politik di Instagram dapat membentuk persepsi dan preferensi politik Gen-Z.
References


