PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TERHADAP PERILAKU MEMILIH PARTAI POLITIK

Penulis

  • Angga Ulung Tranggana

Abstrak

Intensitas yang tinggi menjadikan media sosial sebagai saluran komunikasi politik alternative, juga dapat mempengaruhi perilaku memilih masyarakat dan memungkinkan untuk mempengaruhi perilaku memilih partai politik. Tujuan penelitian ini ada mengetahui gambaran, hubungan dan pengaruh penggunaan media sosial terhadap perilaku memilih masyarakat pada partai politik. Metode penelitian dengan pendekatan kuantitatif dengan inklusi responden adalah Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Daerah Pilihan Jawa Tengah IV (Wonogiri, Karanganyar dan Sragen). Metode Sampel menggunakan Multistage Random Sampling. Jumlah sampel 1.201 orang, Alat pengambilan data dengan kuesioner dan teknik analisis data menggunakan aplikasi SPSS. Hasil Penelitian deskriptif diketahui bahwa media WhatsApp menjadi media sosial yang  paling banyak dimiliki masyarakat yaitu sebesar 73,% dan WhatsApp juga menjadi media yang paling sering digunakan sebesar 58,2%. Sedangkan hasil analitik menunjukan bahwa Media sosial memiliki hubungan (sig. 0,013) dan pengaruh (sig.0,00) atau <0,05 secara signifikan terhadap tingkat partisipasi memilih partai politik. Saran perlu meningkatkan fungsi media sosial sebagai sarana informasi pemilu dan membuat aturan terkait penggunaan media sosial sebagai alat kampanye partai politik pada pemilu mendatang (2024).

Referensi

Unduhan

Diterbitkan

27-04-2023

Terbitan

Bagian

##section.default.title##